Slide

27 November 2009

Bayi 21 Bulan Jago Berenang

7 September 2009

bayijagoberenang.ananova.DLMChina – Entah patut diacungi jempol atau harus dikasihani. Sejak berusia 4 bulan, bayi asal China ini telah diajari berenang. Hasilnya, kini dalam usia 21 bulan, Xiao Xingwa, akan menggelar debut perdananya sebagai perenang profesional.

“Xingwa sangat suka dengan air dan dapat melakukan berbagai aksi di air. Ia merasa air seperti rumahnya sendiri hingga terkadang ia sampai tertidur di kolam,” ujar kakek Xingwa, Wang, seperti dilansir Ananova.

Xingwa hidup bersama kakeknya di daerah Pantai. Orang tuanya tengah berada di Prancis untuk bekerja. Sejak berusia 4 bulan, Wang telah mengajari bayi itu berenang.

Pada awalnya, sang kakek melatihnya di laut yang dipercayanya juga baik bagi perkembangan sang cucu. Namun hal itu tidak berlangsung lama, sebab banyak orang yang menduganya melakukan tindak kekerasan terhadap Xingwa. Bahkan, ia sempat dilaporkan ke polisi.

“Akhirnya putri saya mengirimkan satu set peralatan kolam renang rumah yang dapat saya buat di ruang istirahat. Sehingga sekarang ia dapat berenang setiap hari,” jelas Wang.

Xinwang kini telah menjadi perenang profesional di China. Rabu (9/9), ia akan memperlihatkan kehebatannya di depan umum di resort laut Dongshan. Tiket penampilan perdananya itu telah habis terjual.

Sumber: Detik


Perubahan Kotak Rokok di Malaysia dan Thailand

31 Agustus 2009

kotakrokok

Dua bulan terakhir ini saya perhatikan ada sesuatu yang lain di tampilan hampir semua rokok yang masuk Malaysia. Ya, kotak-kotak itu telah berubah wujud menjadi sesuatu yang agak menakutkan bagi orang-orang tertentu. Pemerintah Malaysia telah meletakkan gambar-gambar akibat dari perokok akut pada kotak depan rokok-rokok tersebut. Ternyata setelah membaca tentang masalah itu, Pemerintah Thailand juga telah memberlakukan perkara serupa kepada produsen-produsen rokok. Contoh beberapa kotak rokok tersebut.

rokok3en9hf1

Saya kurang tahu keberkesanan cara pemerintah Malaysia dan Thailand tersebut. Karena teman-teman saya yang merokok mereka tidak terlalu memperdulikan gambar-gambar mengerikan tersebut. Bahkan ada yang berkata lebih kurang seperti berikut

Hayahhh… tak nak aku tengok gambar-gambar ni. Bukak kotak ambik rokok dah simpan balik kotak tu ke kantong ~ Mr x

Dan setelah membaca-baca forum sebelum melakukan posting ini juga banyak yang merasa keberkesanan cara itu kurang ampuh.

Pendapat saya pribadi

Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Malaysia dan Thailand itu sudah cukup baik. Karena paling tidak pemerintah peka dan ingin mengajak, memberitahu masyarakat bahwa rokok itu sangat berbahaya. Karena walaupun para perokok tetap saja merokok, tapi diharapkan mereka akan semakin sadar, sedangkan yang baru akan mulai merokok merasa miris melihat gambar itu dan membatalkan niatnya. Alhamdulillah.

Walau emang sakit dan ajal itu ditangan Allah swt. Tetapi manusia selalu diberikan pilihan ke kiri atau kekanan. Apa salahnya kalau kita melakukan sesuatu yang baik bagi diri kita sendiri dan ummat manusia. Karena seperti yang kita ketahui bersama, perokok pasif dapat menerima racun yang lebih banyak daripada perokok aktif. Jadi kalau perokok aktif berkurang, maka tentunya perokok pasif akan juga berkurang. Perokok pasif akan menerima racun seperti di bawah ini berbanding dengan perokok aktif

  • 2 kali lipat nikotin
  • 3 kali lipat tar
  • 5 kali lipat karbon monoksida
  • 50 kali lipat bahan kimia berbahaya

Nah. Pemerintah Indonesia setidaknya juga boleh mencontoh langkah yang dilakukan dua negara tetangga tersebut, plus beberapa hal lain yang saya anggap perlu. Antara lain:

  • Sosialisasi sejak dini kepada siswa-siswa sekolah dan masyarakat umum. Sekarang ini sudah berjalan, tapi dapat lebih ditingkatkan lagi.
  • Peraturan mengenai larangan merokok di tempat-tempat umum lebih diperketatkan. Kalau ada yang melanggar langsung dihukum berat tanpa ampun. Dan penyediaan tempat-tempat khusus merokok harus diadakan bagi tempat yang dianggap rawan tempat orang berkumpul.

Busyet, Perempuan Tunisia Mengandung 12 Bayi

30 Agustus 2009

1942239pGHAFSA, KOMPAS.com – Seorang perempuan di Tunisia memecahkan rekor karena mengandung 12 bayi kembar, demikian laporan media setempat.

Perempuan itu, seorang guru yang tak disebutkan namanya, diperkirakan hamil enam bayi laki-laki dan enam perempuan. Ia hamil 12 bayi kembar setelah menjalani perawatan kesuburan menyusul sejumlah keguguran.

Dr Mark Hamilton, dari British Fertility Society, mengkonfirmasi kehamilan luar biasa di Ghafsa, Tunisia, mungkin saja, tapi mengandung resiko yang sangat besar.

Perempuan tersebut, yang akan memerlukan pemantauan medis terus-menerus, dilaporkan memberitahu para dokter bahwa ia merasa sehat.

“Saya merasa sangat sehat dan sangat ingin memeluk keenam bayi laki-laki dan enam bayi perempuan kami,” demikian dikatakan kepada media setempat.

Sang ayah, yang hanya disebut dalam laporan itu bernama Marwan, mengaku istrinya ingin melahirkan secara alamiah, tapi banyak ahli medis mengatakan itu takkan mungkin.

Nadya Suleman dari Bellflower, California, saat ini memegang rekor sebagai pemilik bayi kembar yang hidup paling lama dalam sejarah. Nadya memiliki delapan bayi kembar.

Selain itu, juga ada May Nuala Conway, 26, asal Dunamore, di Co Tyrone, yang melahirkan kembar enam, empat perempuan dan dua laki-laki. Namun sayang, satu anaknya perempuan kemudian meninggal dunia.


Takut Tembakan dan Bom, Sumadi Sembunyi di Tower

9 Agustus 2009

3448507pKOMPAS.com — SUMADI (39) ikut direpotkan oleh aksi penyerbuan tim Densus 88 Anti-Teror terhadap rumah yang diduga sebagai tempat persembunyian Noordin M Top. Dia sempat mengungsi di sebuah tower di atas bukit, dan di rumah seorang kerabatnya.

Bapak tiga anak, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan pembuat keranjang wadah tembakau, itu sedang merumput di bukit di atas rumah Djahri (atau Muzahri) ketika tim Densus 88, Jumat (7/8) sore, menyerbu rumah yang diduga menjadi persembunyian Noordin. Di bukit di Dusun Beji Jurang RT 01 RW 07, Kelurahan-Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jateng, inilah Sumadi mendengar serangkaian suara ledakan.

Sumadi yang mencari rumput untuk makanan kambing bersama sang istri, Tri Sutriati (37), tidak tahu bahwa suara ledakan itu berasal dari rentetan tembakan peluru dan bom-bom berkekuatan rendah. “Saya kira suara long (petasan buat sendiri) yang disulut untuk mengusir burung,” katanya, ketika ditemui di rumahnya, yang terletak tak jauh dari rumah Djahri, Sabtu (8/8) sore.

Sumadi mulai mendengar suara-suara keras tersebut pada pukul 15.30 WIB, dan dua jam kemudian baru tahu bahwa sumbernya ternyata senapan dan bom—bukan petasan. Ia pun menjadi ketakutan, sehingga lari bersembunyi di tower milik operator telepon seluler di bukit tersebut.

“Karena takut kena tembakan, saya dan istri ndhelik (bersembunyi) sampai jam 21.30 malam. Sesudah itu kami turun dari bukit, mencari jalan memutar, kemudian mengungsi di rumah seorang kerabat yang rumahnya jauh dari rumah saya ini, tapi di wilayah RT yang sama,” jelasnya.

Tiba di rumah kerabat tersebut bukan berarti pasangan suami-istri ini bisa bernapas lega. Pasalnya, tiga anak mereka—plus nenek dan ibu Sumadi—masih berada dalam rumah Sumadi, tak jauh dari kediaman Djahri. Maka, sepanjang Jumat (8/8) malam setelah pukul 21.30 WIB itu mereka sama sekali tak bisa memicingkan mata.

“Sampai akhirnya tadi (Sabtu) pagi jam 06.00 saya pulang ke rumah untuk mengajak anak-anak, simbok dan mbah saya mengungsi. Ternyata, saat saya sampai di rumah, mereka sudah tidak ada karena telah lebih dulu mengungsi ke rumah tetangga,” ucapnya.

Sumadi baru benar-benar lega dan tenang, Sabtu (8/8) siang. Itulah saat Densus 88 menghentikan operasi penyerangan ke rumah Djahri sesudah menembak mati pria yang diduga Noordin M Top, gembong teroris yang paling dicari di Indonesia.

Perasaan serupa dirasakan Ketua RT 01 RW 07 Beji Jurang, Sukarjo alias Siran. Ditemui terpisah, pria berusia 42 tahun ini mengatakan, dirinya sempat merasa ketakutan tatkala mengetahui polisi menembaki rumah Djahri demi memburu gembong teroris asal Malaysia. “Yang stres bukan hanya saya, melainkan juga banyak warga saya. Sekarang sudah mulai ndak stres,” ujarnya, kemudian tertawa, Sabtu (8/8) sore.

Bapak satu anak yang juga kakek seorang cucu ini mengaku tak menyangka bahwa kampungnya ternyata menjadi tempat persembunyian teroris. Mengenai rumah yang diduga dipakai bersembunyi Noordin M Top tersebut, Sukarjo menjelaskan bahwa rumah Djahri didirikan oleh pemiliknya sekitar enam tahun silam.

***

RUMAH Djahri—seperti halnya banyak rumah di desa—merupakan rumah sederhana. Rumah yang menghadap ke utara ini terletak di mulut sebuah petigaan, dekat persawahan padi dan tembakau. Di belakang rumah terdapat sebuah bukit, yang oleh warga setempat biasa disebut sebagai Gumuk (gundukan tanah) Kleben.

Jika dilihat dari arah timur, jauh di belakang bagian utara rumah itu terlihat samar-samar Gunung Sumbing. Lingkungan rumah ini terasa sejuk dan segar. Apalagi, hawa di Temanggung—termasuk Beji—terkenal dingin.

Maka, siapa menyangka bahwa lingkungan yang adem seperti itu ternyata menyimpan masalah panas: menjadi tempat menampung seorang tersangka teroris. “Saya dan banyak warga juga tidak menyangka. Karena itulah kami kaget, dan stres,” tegas Sukarjo.

Sumadi pun mengatakan hal senada. “Tentu saja saya tidak menyangka sejauh itu, bahwa ada rumah tetangga jadi masalah besar seperti ini. Makanya waktu Jumat sore kemarin itu saya kira yang saya dengar suara petasan, bukan peluru,” ucapnya.

Warga lain, Ny Marimah (53), berkomentar tak jauh berbeda. “Selama ini Pak Djahri dan istrinya, Bu Endang, dikenal senang bergaul, tidak menutup diri. Saya heran kok ternyata muncul masalah seperti ini dalam keluarga mereka,” tegas wanita yang membuka warung makan dan sembako ini.

Lalu, bagaimana komentar pejabat tertinggi di Kabupaten Temanggung, yaitu Bupati Hasyim Efendi? Tentu saja tidak berbeda dengan mayoritas warganya: kaget, heran, sekaligus menyesalkan.

“Benar-benar mengejutkan. Secara umum kan masyarakat di Kabupaten Temanggung ini hidupnya tenang dan juga masih relatif tradisional,” papar bupati, ketika ditemui di sela-sela memantau kegiatan Densus 88 Anti-Teror di salah satu wilayahnya itu.

Hasyim Efendi menegaskan, hanya kebetulan bahwa sejumlah teroris ternyata memilih wilayah Temanggung sebagai tempat bersembunyi. Adapun mengenai alasan mereka memilih Temanggung menjadi tempat persembunyian, menurut Bupati, hanya para teroris itulah yang mengetahui alasannya. “Mereka tentunya memilih faktor-faktor yang tidak kita ketahui,” tegasnya.

Meski Beji telah menjadi tempat persembunyian tersangka teroris, Hasyim tak mau bila kabupatennya disebut sebagai kabupaten yang rawan teroris. “Kalau bicara soal rawan, hampir semua daerah di negeri kita ini rawan. Tapi kalau Temanggung disebut sebagai daerah rawan teroris, itu enggak benar,” tandasnya.


Mau Hindari A-H1N1? Minum Wiski!! ….Hah?

7 Agustus 2009

0846547pKOMPAS.com — Para penggemar sepak bola Rusia diberi tahu untuk minum wiski banyak-banyak dalam perjalanan mereka ke Wales bulan depan untuk mencegah tertular virus flu A-H1N1. Demikian diungkapkan juru bicara Asosiasi Penggemar Sepak bola Rusia (VOB) di Moskwa, Senin (3/8).

”Kami meminta para pendukung meminum banyak wiski sebagai pencegahan. Wiski dapat menyembuhkan segala gejala penyakit,” ujar kepala VOB Alexander Shprygin.

Menteri Kesehatan Rusia telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk tidak pergi ke Inggris karena merebaknya flu A-H1N1. Akan tetapi, Shprygin menyatakan, dia berharap setidaknya beberapa ratus pendukung kesebelasan sepak bola Rusia dapat berangkat ke Wales pada 9 September.

”Petugas kesehatan mengatakan, virus ini sangat berbahaya. Sebagai penggemar, saya dapat mengatakan bahwa untuk seorang pendukung fanatik, tidak ada yang lebih penting dari kesejahteraan tim yang didukungnya,” ujar Shprygin.

Asosiasi Sepak Bola Rusia juga menyatakan, isu kesehatan seharusnya tidak mencegah para pendukung sepak bola untuk pergi mendukung timnya. ”Kami tidak ingin tim kami bertanding tanpa dukungan dalam pertandingan penting seperti di Wales itu. Karena itu, kami menyarankan para pendukung pergi ke Wales walaupun ada peringatan mengenai kesehatan,” ujar juru bicara Asosiasi Sepak Bola Rusia.

Jerman memimpin grup empat Eropa dengan mengumpulkan 16 poin dari enam pertandingan, hanya selisih satu dari Rusia dengan Wales pada tempat keempat dengan sembilan poin dari tujuh pertandingan


Edan Bocah Minum Bensin Agar Jadi Jagoan

7 Agustus 2009

122714pSICHUAN, KOMPAS.com – Seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun telah minum bensin selama lima tahun agar memperoleh kekuatan super seperti idolanya Bumble Bee atau Optimus Prime, dalam film Transformer, demikian dilaporankan West China Metropolis Daily, yang berusat di Sichuan, Sabtu (1/8).

Anak laki-laki, yang tinggal di kota Yibin, provinsi Sichuan. China Barat-daya ini ketagihan minum bensin setelah menyaksikan serial animasi TV tersebut. Ia mulai meminum bensin, sambil membayangkan dirinya bisa memnjadi jagoan dan memiliki kekuatan super nan gagah berani seperti Optimus Prime.

“Rupanya, anak saya telah mulai minum bensin kira-kira lima tahun lalu. Saat itu, kami mendapati mulut dan badannya berbau bahan bakar dan korek api,” katanya ayahnya kepada surat kabar itu.

Ibu bocah laki-laki tersebut memiliki kios makanan, dan menjual barang-barang seperti korek api. Ibunya baru sadar, karena pada 2004, seringkali beberapa korek apinya hilang. Ruapanya, anaknya yang mencuri semua barang itu untuk dicampur dengan bensin.

Mengetahui kelakukan anaknya, kedua orangtuanya berusaha berbicara dan menghentikan kebiasa buruk anak tersebut. “Tetapi setelah itu, kami mendapati bensin motor kami selalu berkurang. Dan suatu hari ketika kami mendapati anak kami telah minum setengah botol bensin yang dicuri dari sepeda motor. Tentu saja kami sangat terkejut hingga tak dapat berbuat apa-apa,” kata sang ayah.

Untuk mencegah kelakukan anaknya, mereka mengunci tangki bensin dan menyembunyikan motor mereka. Tapi, lagi-lagi upaya ini gagal, karena anaknya mulai mencuri bensin tetangga dan meminumnya, sebanyak dua hingga tiga botol.

“Sejak putra kami mencuri bensin, IQ-nya telah merosot tajam dan sekarang ia tak dapat menyelesaikan hitungan tambah-dan-kurang yang sederhana,” kata sang ayah.