Takut Tembakan dan Bom, Sumadi Sembunyi di Tower

3448507pKOMPAS.com — SUMADI (39) ikut direpotkan oleh aksi penyerbuan tim Densus 88 Anti-Teror terhadap rumah yang diduga sebagai tempat persembunyian Noordin M Top. Dia sempat mengungsi di sebuah tower di atas bukit, dan di rumah seorang kerabatnya.

Bapak tiga anak, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan pembuat keranjang wadah tembakau, itu sedang merumput di bukit di atas rumah Djahri (atau Muzahri) ketika tim Densus 88, Jumat (7/8) sore, menyerbu rumah yang diduga menjadi persembunyian Noordin. Di bukit di Dusun Beji Jurang RT 01 RW 07, Kelurahan-Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jateng, inilah Sumadi mendengar serangkaian suara ledakan.

Sumadi yang mencari rumput untuk makanan kambing bersama sang istri, Tri Sutriati (37), tidak tahu bahwa suara ledakan itu berasal dari rentetan tembakan peluru dan bom-bom berkekuatan rendah. “Saya kira suara long (petasan buat sendiri) yang disulut untuk mengusir burung,” katanya, ketika ditemui di rumahnya, yang terletak tak jauh dari rumah Djahri, Sabtu (8/8) sore.

Sumadi mulai mendengar suara-suara keras tersebut pada pukul 15.30 WIB, dan dua jam kemudian baru tahu bahwa sumbernya ternyata senapan dan bom—bukan petasan. Ia pun menjadi ketakutan, sehingga lari bersembunyi di tower milik operator telepon seluler di bukit tersebut.

“Karena takut kena tembakan, saya dan istri ndhelik (bersembunyi) sampai jam 21.30 malam. Sesudah itu kami turun dari bukit, mencari jalan memutar, kemudian mengungsi di rumah seorang kerabat yang rumahnya jauh dari rumah saya ini, tapi di wilayah RT yang sama,” jelasnya.

Tiba di rumah kerabat tersebut bukan berarti pasangan suami-istri ini bisa bernapas lega. Pasalnya, tiga anak mereka—plus nenek dan ibu Sumadi—masih berada dalam rumah Sumadi, tak jauh dari kediaman Djahri. Maka, sepanjang Jumat (8/8) malam setelah pukul 21.30 WIB itu mereka sama sekali tak bisa memicingkan mata.

“Sampai akhirnya tadi (Sabtu) pagi jam 06.00 saya pulang ke rumah untuk mengajak anak-anak, simbok dan mbah saya mengungsi. Ternyata, saat saya sampai di rumah, mereka sudah tidak ada karena telah lebih dulu mengungsi ke rumah tetangga,” ucapnya.

Sumadi baru benar-benar lega dan tenang, Sabtu (8/8) siang. Itulah saat Densus 88 menghentikan operasi penyerangan ke rumah Djahri sesudah menembak mati pria yang diduga Noordin M Top, gembong teroris yang paling dicari di Indonesia.

Perasaan serupa dirasakan Ketua RT 01 RW 07 Beji Jurang, Sukarjo alias Siran. Ditemui terpisah, pria berusia 42 tahun ini mengatakan, dirinya sempat merasa ketakutan tatkala mengetahui polisi menembaki rumah Djahri demi memburu gembong teroris asal Malaysia. “Yang stres bukan hanya saya, melainkan juga banyak warga saya. Sekarang sudah mulai ndak stres,” ujarnya, kemudian tertawa, Sabtu (8/8) sore.

Bapak satu anak yang juga kakek seorang cucu ini mengaku tak menyangka bahwa kampungnya ternyata menjadi tempat persembunyian teroris. Mengenai rumah yang diduga dipakai bersembunyi Noordin M Top tersebut, Sukarjo menjelaskan bahwa rumah Djahri didirikan oleh pemiliknya sekitar enam tahun silam.

***

RUMAH Djahri—seperti halnya banyak rumah di desa—merupakan rumah sederhana. Rumah yang menghadap ke utara ini terletak di mulut sebuah petigaan, dekat persawahan padi dan tembakau. Di belakang rumah terdapat sebuah bukit, yang oleh warga setempat biasa disebut sebagai Gumuk (gundukan tanah) Kleben.

Jika dilihat dari arah timur, jauh di belakang bagian utara rumah itu terlihat samar-samar Gunung Sumbing. Lingkungan rumah ini terasa sejuk dan segar. Apalagi, hawa di Temanggung—termasuk Beji—terkenal dingin.

Maka, siapa menyangka bahwa lingkungan yang adem seperti itu ternyata menyimpan masalah panas: menjadi tempat menampung seorang tersangka teroris. “Saya dan banyak warga juga tidak menyangka. Karena itulah kami kaget, dan stres,” tegas Sukarjo.

Sumadi pun mengatakan hal senada. “Tentu saja saya tidak menyangka sejauh itu, bahwa ada rumah tetangga jadi masalah besar seperti ini. Makanya waktu Jumat sore kemarin itu saya kira yang saya dengar suara petasan, bukan peluru,” ucapnya.

Warga lain, Ny Marimah (53), berkomentar tak jauh berbeda. “Selama ini Pak Djahri dan istrinya, Bu Endang, dikenal senang bergaul, tidak menutup diri. Saya heran kok ternyata muncul masalah seperti ini dalam keluarga mereka,” tegas wanita yang membuka warung makan dan sembako ini.

Lalu, bagaimana komentar pejabat tertinggi di Kabupaten Temanggung, yaitu Bupati Hasyim Efendi? Tentu saja tidak berbeda dengan mayoritas warganya: kaget, heran, sekaligus menyesalkan.

“Benar-benar mengejutkan. Secara umum kan masyarakat di Kabupaten Temanggung ini hidupnya tenang dan juga masih relatif tradisional,” papar bupati, ketika ditemui di sela-sela memantau kegiatan Densus 88 Anti-Teror di salah satu wilayahnya itu.

Hasyim Efendi menegaskan, hanya kebetulan bahwa sejumlah teroris ternyata memilih wilayah Temanggung sebagai tempat bersembunyi. Adapun mengenai alasan mereka memilih Temanggung menjadi tempat persembunyian, menurut Bupati, hanya para teroris itulah yang mengetahui alasannya. “Mereka tentunya memilih faktor-faktor yang tidak kita ketahui,” tegasnya.

Meski Beji telah menjadi tempat persembunyian tersangka teroris, Hasyim tak mau bila kabupatennya disebut sebagai kabupaten yang rawan teroris. “Kalau bicara soal rawan, hampir semua daerah di negeri kita ini rawan. Tapi kalau Temanggung disebut sebagai daerah rawan teroris, itu enggak benar,” tandasnya.

2 Balasan ke Takut Tembakan dan Bom, Sumadi Sembunyi di Tower

  1. fadielajah mengatakan:

    oy mas kita tukeran banner ya (kode banner saya di guestbook).. banner mas ud sya pasang di blog sya silahkan dicek.. http://fadielajah.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: